Gedung Tamansari Skylounge Makassar dengan latar langit kelabu akibat kabut asap karhutla

Asap Karhutla Selimuti Makassar, BMKG: Udara Sempat Sangat Tidak Sehat

Bagiakan Konten ini Via
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR — Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurunkan kualitas udara di Makassar dan sekitarnya sejak akhir September 2026, bahkan sempat masuk kategori sangat tidak sehat pada pertengahan Oktober.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mencatat konsentrasi partikel halus PM2,5 meningkat sejak 30 September 2026 di Maros dan sekitarnya, termasuk Makassar. Menurut BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan karhutla terjadi di beberapa wilayah Sulawesi Selatan.

Sumber Asap dan Data BMKG

Prakirawan BMKG Makassar, Asriani Idrus, menyebut asap karhutla sebagai sumber utama partikel tersebut. “Jadi faktor utamanya asap,” katanya pada 4 Oktober. Menurutnya, angin dari barat hingga barat laut berpotensi membawa asap dari Kalimantan, sedangkan angin timur membawa asap dari Papua dan Maluku.

Pada 14 Oktober, PM2,5 tercatat menembus 150 mikrogram per meter kubik dan jarak pandang turun di bawah lima kilometer. Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yuda, mengatakan pemantauan di Maros menunjukkan rentang “tidak sehat hingga sangat tidak sehat” pada hari itu.

Rizky belum bisa memastikan kapan kondisi ini berakhir, namun hujan diprediksi mulai turun di Makassar pada akhir November hingga awal Desember. Dalam keterangan terpisah, ia menjelaskan asap Kalimantan tidak lagi terpantau memengaruhi Makassar karena arah angin sudah berubah. BMKG juga mencatat bahwa karhutla lokal di sejumlah titik Sulsel ikut memperparah penumpukan asap.

Imbauan Kesehatan

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membagikan masker untuk siswa dan menyiapkan opsi pembelajaran jarak jauh.

Di tingkat nasional, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 22 Oktober meminta warga di wilayah terdampak karhutla tetap di rumah selama kualitas udara buruk. “Nomor satu itu harus pakai masker… usahakan stay di rumah,” ujarnya. Sebelumnya, ia mengingatkan bayi, balita, lansia, dan ibu hamil agar sebisa mungkin tetap berada di rumah.

Imbauan tinggal di rumah membuat kenyamanan hunian menjadi hal yang kerap dipertimbangkan warga. Bagi yang berencana memiliki hunian di Makassar, hunian vertikal seperti Tamansari Skylounge Makassar di kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menjadi salah satu pilihan.

Baca Juga :Tamansari SkyloungeMakassar: Kemudahan Pembiayaan KPA

Bagiakan Konten ini Via
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
News Terkait
Unit Kami
Promo

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami