Ramadan di Makassar: Festival, Buka Puasa Bersama, dan Aktivitas Warga di Tengah Kota

Bagiakan Konten ini Via
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR – Makassar resmi memasuki bulan suci Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026 setelah penetapan awal puasa diumumkan otoritas terkait di Sulawesi Selatan.Sejak hari pertama, suasana Ramadan langsung terasa di berbagai sudut kota. Masjid ramai, Pasar takjil mulai padat, Lalu lintas menjelang magrib meningkat, salah satu mesjid terbesar di kota makassar, mesjid Al Markas udah  menyiapkan sekitar 1.000–1.200 porsi buka puasa setiap hari selama Ramadan.
Langkah ini dilakukan untuk membantu jamaah dan masyarakat umum yang ingin berbuka bersama. Selain buka puasa, kegiatan tarawih dan kajian rutin juga kembali digelar penuh selama bulan suci.

Festival Ramadan & UMKM di Pantai Losari

Tampak menu takjil saat ramadhan (Pic By https://id.pinterest.com/lingling_maulina)

Aktivitas Warga Kota Ikut Berubah

Ramadan juga mengubah pola aktivitas masyarakat.

Jam kerja disesuaikan.
Waktu pulang lebih awal.
Kemacetan menjelang magrib meningkat di beberapa ruas utama kota.

Bagi warga yang tinggal di kawasan pusat kota, akses yang lebih dekat ke tempat ibadah dan pusat aktivitas Ramadan menjadi keuntungan tersendiri.
Hunian vertikal seperti apartemen di pusat kota misalnya, memungkinkan penghuni lebih fleksibel dalam mengatur waktu sahur, berbuka, hingga tarawih tanpa harus menempuh perjalanan jauh.Terutama di area strategis Makassar, konsep hunian yang dekat dengan fasilitas umum membuat aktivitas Ramadan terasa lebih praktis dan efisien.

Ramadan di Kota Besar: Soal Ritme dan Kenyamanan

Ramadan di Makassar bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Tetapi juga tentang bagaimana warga kota menyesuaikan ritme hidupnya. Mulai dari berburu takjil, berbuka bersama, hingga memilih tempat tinggal yang mendukung kenyamanan ibadah dan aktivitas keluarga selama satu bulan penuh.Suasana kota berubah, Lebih hangat, Lebih hidup, Dan lebih terasa kebersamaannya. Karena pada akhirnya, Ramadan bukan hanya soal waktu. Tetapi soal bagaimana kita menjalaninya di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota.

Semoga bulan suci ini membawa ketenangan bagi seluruh warga Makassar.

Baca Juga :Tamansari Skylounge Makassar: Cuaca Makassar Ekstrem

Bagiakan Konten ini Via
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
News Terkait
Unit Kami
Promo

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami